Selamat datang di Kiprah Nusantara News

Ribuan Jama'ah Sesalkan Aksi Demo Ormas Islam Majelis Pengajian Thariqat Samaniyah Tidak Sesat

Minggu, 12 Januari 20140 komentar

Khalifah Syamsuddin,"Murid Yang Disebut Jadi Korban Jinah Membantah & Balik Lapor Polisi,"

Liputan Olin

Medan Kiprah Nusantara News

Ribuan Jama'ah pondok pengajian Ihya Ulumiddin di Jalan Karya Bakti, Kelurahan Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor sangat menyesalkan aksi demonstrasi yang dilakukan tiga organisasi masyarakat (Ormas_red) agama Islam, Jum'at (10/1) kemarin. Para jama'ah yang berasal dari seluruh daerah di Indonesia bahkan Asia menegaskan dengan keras jika pondok pengajian dibawah pimpinan DR Syekh Achmad Arifin tidak pernah mengajarkan kesesatan.


Penegasan itu disampaikan para Khalifah dan Ustadz serta jama'ah yang ada di pondok pengajian tersebut. Kepada wartawan, Minggu (12/1) kemarin, Khalifah Syamsuddin didampingi Kalifah Rudi dan Ustadz Syaifuddin serta jamaah lainnya menegaskan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara bernomor 03/KF/MUI-SU/IX/2013 tidak berdasar dan bahkan fatwa MUI yang menyatakan sesat itu tidak sesuai dengan kriteria penerbitan fatwa yang dituangkan dalamAD/ART MUI sendiri.


"Fatwa MUI tidakmemiliki dasar yang tepat dan bahkan hanya karena keterangan sepihak yakni mantan murid di pondok pengajian ini (Sutini,Husein dan Arsyad_red), saudara-saudara kami yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI), Lembaga Umat Islam (LUI) dan Mujahiddin terpancing hingga akhirnya mereka berdemo bahkan membawa alat-alat berupa,batu, besi dan sajam. Kami ada semua foto-fotonya.


 Padahal tanggal 27 Desember 2013 lalu kami juga sudah duduk bersama dengan ketua FUI bapak Indra Suheri dan menjelaskan prihal yang terjadi, Saudara Indra Suheri bahkan menyambut baik dan mengatakan jika tidak akan ada masalah, tapi hal itu ternyata berbeda, mereka malah menggelar demo ke pondok pengajian kami, Ini namanya pembunuhan karakter, tapi karena kami tidak bersalah, kami siap untuk diproses sesuai hukum yang berlaku jika kami bersalah


Kami harapkan kepada masyarakat jangan mudah terpancing isu yang tidak jelas, pondok pengajian ini bukan baru,tapi telah ada sejak Indonesia belum merdeka," ungkap Khalifah Syamsuddin diamini khalifah,ustdaz dan jamaah lainnya sembari mengatakan jika pernyataan mantan murid pondok pengajian tersebut, Sutiniyang menyatakan jika guru besar mereka berbuat jinah itu tidak benar dan bahkan wanita-wanita yang disebut Sutini jadi korban jinah membantah dan melaporkan Sutini ke pihak berwajib karena pencemaran nama baik sesuai dengan nomor laporan polisi, nomor : STTLP/1772/K/VII/2013 Resta Medan.

Sementara itu, salah seorang jamaah, Rico S.H Purba kepada wartawan juga sangat menyayangkan kejadian tersebut. Rico yang telah mualaf dan mengenal agama Islam di pondok pengajian itu juga menepis kabar yang beredar jika di pondok pengajian itu ada kuburan massal dan tertutup untuk masyarakat umum.


"Saya mualaf dan mememluk agama Islam disini, bukan setahun atau dua tahun tapi sudah lebih dari lima tahun lamanya. Tidak ada yang namanya ajaran sesat, Kuburan Massal dan Tertutup untuk masyarakat sekitar. Boleh dicek, ini hanyalah fitnah saja dan pembunuhan karakter bagi guru besar disini, tapi walaupun didemo, namun guru besar kami tetap meminta kami bersabar dan bahkan hal itu dituangkannya dalam surat yang dibagi-bagikan kepada kami semua," ungkap Rico sedih mengenang fitnah yang dituduhkan kepada pembesar di pondok pengajian tersebut.


Terpisah, Ketua DPP Lembaga Swadaya Masyarakat Wadah Aspirasi Warga Terpadu Sumatera Utara (DPP-LSM Aswat), W. Aswat, Am. Apd juga sangat menyayangkan Fatwa MUI dan juga tindakkan ormas Islam yang datang ke pondok pengajian tersebut diatas.


"Saya sudah tau permasalahannya, setelah saya cros cek, fatwa MUI tidak mendasar. Lagian MUI itukan juga LSM, boleh anda liat di internet. Saya juga menilai kedatangan ormas Islam ke tempat itu (pondok pengajian_red) sangatlah tidak pantas. Karena merekakan satu akidah, itu merupakan cara yang tidak profesional, harusnya duduk bersama dan melihat sejauh mana masalah yang ada, bukan berdemonstrasi yang tentunya akan membuat perpecahan ditubuh agama Islam sendiri," ungkap Aswat mengakhiri.






Share this article :

Posting Komentar